Hari Nelayan PALABUHANRATU (Kepala Kerbau Diganti Ribuan Tukik/Anak Penyu)

HARI NELAYAN, Sejumlah pemuda dan pemudi Palabuhanratu menampilkan cerita rakyat tentang asal mula nama daerah mereka dalam berbagai atraksi gerak dan tari pada rangkaian perayaan ke-49 hari nelayan di tempat pelelangan ikan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kemarin.

Pelepasan ribuan tukik (anak penyu) mewarnai perayaan ke-49 hari nelayan di perairan Teluk Palabuhanratu,Kabupaten Sukabumi, kemarin.Keberadaan hewan langka dalam perayaan itu menjadi persembahan utama menggantikan kepala kerbau yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi simbol bagi kegiatan tersebut.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, perayaan syukuran hari nelayan kali ini dapat dikatakan kurang meriah. Bahkan pelepasan persembahan di tengah lautan atau dikenal dengan istilah larung saji juga berlangsung hambar. Kapal nelayan yang biasanya mengiringi kepergian sesaji jumlahnya tidak begitu banyak.

Padahal,larung saji ini merupakan puncak kegiatan syukuran. Saat itu, para nelayan berebut mendapatkan air laut yang terkena sesaji untuk selanjutnya disiramkan ke badan kapal. Hal ini sebagai simbol untuk memperoleh berkah dan keselamatan dalam menangkap ikan.

Meski demikian,perayaan hari nelayan yang dihadiri Dirjen Perikanan Tangkap Departemen Perikanan dan Kelautan RI Ali Supardan ini tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik. Sedikitnya 10.000 pengunjung membeludak di parkiran tempatpelelanganikan( TPI) Palabuhanratu yang menjadi lokasi pergeleran upacara adat syukuran nelayan.

”Bukan masalah berapa tukik yang dilepas dalam hari nelayan ini, tapi yang terpenting adalah makna. Perayaan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan serta rezeki yang diterima nelayan selama satu tahun terakhir.

Hal terpenting lain adalah penggunaan tukik ini juga untuk kelestarian satwa langka,” terang Bupati Sukabumi Sukmawijaya. Ketua Seksi upacara adat perayaan ke-49 hari nelayan Syahferi Sunandaka mengatakan, perayaan tahun ini menampilkan legenda tentang asal muasal nama Palabuhanratu.

Nama daerah yang kini menjadi ibukota kabupaten tersebut berasal dari kisah hidup salah seorang putri raja Padjadjaran bernama Kandita yang dikenal dengan Nyi Panglabuan Ratu. ”Artinya Palabuhanratu adalah tempat peristirahatan sang ratu yang tak lain adalah putri raja Padjadjaran.

Cerita ini sengaja diungkap agar masyarakat tidak melupakan sejarah daerahnya,”tutur Syahferi. Di tempat berbeda,puluhan nelayan tradisional menggelar acara serupa berupa selamatan laut di perairan Cipatuguran, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu,sekitar 5 kmdarilokasidermaga.Dalamacara tersebut para nelayan ini menggunakan dua kepala kambing sebagai persembahan dalam larung saji.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Seputar Indonesia, perayaan di perairan Cipatuguran ini merupakan kegiatan tandingan. Tidak sedikit nelayan tradisional menolak kemasan hari syukuran nelayan yang difasilitasi pemkab. Terutama dalam hal penggunaan tukik sebagai pengganti persembahan kepala kerbau.

Akibat penggunaan anak penyu itu, tersiar anggapan yang menyebutkan bahwa penurunan pendapatan tangkapan ikan lebih disebabkan hilangnya nilai tradisi syukuran. ”Kepala kerbau dalam larung saji ini sudah menjadi tradisi yang telah ada sejak puluhan tahun silam.

Karenaitu,kegiataninisemata-mata hanya untuk menjaga tradisi saja. Maknanya mensyukuri apa yang telah kami peroleh,”tutur koordinator selamatan laut Sudiarto. (toni kamajaya)

seputar-indonesia.com

4 Tanggapan

  1. Hari nelayan

  2. Alhamdulillah masyarakat palabuhanratu sudah dapat mensyukuri rizki yang telah diberikan oleh Allah s,w,t. lewat syukuran nelayan tersebut yang dapat menjadi simbol adat istiadat masyarakat setmpat. mudah – mudahan dengan pelaksanaan adat tersebut warga setempat supaya aktif dalam pelestarian alam yaitu laut sebagai mata pencaharian pertama yang sangat kompetensi.Amieeeeennnnnnnn……..By Abi palratu

  3. benarkah,,,,

  4. kayaknya nenar uga

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.